Selasa, 11 April 2017

Perbedaan THAN dan THEN serta EMIGRATE DAN IMMIGRITE

Perbedaan serta Contoh antara Than dan Then – Than dan Then memang mirip dalam pengucapannya dan sering menimbulkan kebingungan, tapi sebenarnya kedua kata ini memiliki arti yang sangat berbeda.

THAN

Than digunakan untuk membandingkan suatu hal (comparison). Pada saat membicarakan suatu hal (orang, benda, tempat, dll) dan kita ingin membandingkan hal tersebut, kita bisa menggunakan kata than.

Contoh Kalimat Than :

  1. Lisa is smarter than Fitri.
(Lisa lebih pintar daripada Fitri.)
  1. Your house is larger than mine.
(Rumah kamu lebih luas daripada rumah saya.)
  1. Selly is fatter than I am.
(Selly lebih gemuk daripada saya.)
  1. She looks prettier than her sister.
(Dia terlihat lebih cantik daripada kakaknya.)
  1. Yuna is more beautiful than Jessica.
(Yuna lebih cantik daripada Jessica.)
Than juga bisa digunakan dalam idiom (other than)yang memiliki arti ‘selain dari’.
Contoh:
  1. There is no one else in my heart, other than you.
(Tidak ada siapa-siapa lagi di hatiku, selain kamu.)
  1. Other than Mia, no more dicipline student in the class.
(Selain Mia, tidak ada lagi siswa yang disiplin di kelas.)

THEN

Then digunakan untuk membicarakan suatu urutan peristiwa/kejadian atau memberikan suatu instruksi yang merupakan langkah-langkah.

Contoh Kalimat Then :

  1. Put a spoon of coffee powder, then put 2 tablespoons of sugar into a cup.
(Masukkan satu sendok bubuk kopi, lalu masukkan dua sendok makan gula ke dalam cangkir.)
  1. She took the food and then sat on the chair.
(Dia mengambil makanan dan kemudian duduk di kursi.)
  1. Cut the mango into pieces and then put it into a blender.
(Potong mangga ke ukuran kecil dan kemudian masukkan ke dalam blender.)
  1. He went to his bedroom and then he slept.
(Dia pergi ke kamarnya dan kemudian dia tidur.)
  1. Peel the fresh orange by using the fruit knife, then separate the fruit with its seeds.
(Kupas kulit jeruk menggunakan pisau buah, lalu pisahkan dengan bijinya.)
Then juga bisa digunakan sebagai adverb yang memiliki arti ‘at that time’ (pada saat itu).
Contoh:
  1. He was poor back then.
(Dia miskin pada saat itu.)
  1. She becomes a babysitter since then.
(Dia menjadi seorang pengasuh bayi sejak saat itu.)
  1. Back then my father only had a motorcyle, now he has a car.
(Dulu ayah saya hanya memiliki sebuah sepeda motor, sekarang dia memiliki sebuah mobil.)
  1. Back then she was only a cafe singer, now she is a professional singer.
(Dulu dia hanya seorang penyanyi kafe, sekarang dia adalah seorang penyanyi profesional.)
Sangat jelas bahwa kedua kata ini memiliki arti yang berbeda. Than digunakan untuk membandingkan suatu hal, sedangkan Then digunakan untuk membicarakan suatu urutan peristiwa/kejadian dan digunakan sebagai adverb yang memiliki arti ‘at that time’.

Berikut adalah beberapa penjelasan dari kata "Emigrate" dalam Bahasa Inggris:
  1. [v] leave one’s country of residence for a new one.
    "Many people had to emigrate during the Nazi period".
Berikut adalah beberapa penjelasan dari kata "Immigrate" dalam Bahasa Inggris:
  1. [v] come into a new country and change residency.
    "Many people immigrated at the beginning of the 20th century".
  2. [v] introduce or send as immigrants.
    "Britain immigrated many colonists to America".
  3. [v] migrate to a new environment, of plants and animals

Selasa, 07 Februari 2017

tugas Vclass Elektronika Dasar

Tugas V-class 3

Soal
- jelaskan tentang UJT
- jelaskan tentang BJT

Jawab
Pengertian Uni Junction Transistor (UJT) dan Cara Kerjanya – Uni Junction Transistor (UJT) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Transistor Sambungan Tunggal adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor, UJT memiliki tiga terminal dan hanya memiliki satu sambungan. Pada umumnya UJT digunakan sebagai Saklar Elektronik dan penghasil Isyarat Pulsa. Seperti namanya, Uni Junction Transistor atau UJT juga digolongkan sebagai salah satu anggota dari keluarga Transistor, namun berbeda dengan Transistor Bipolar pada umumnya, Uni Junction Transistor atau UJT ini tidak memiliki Terminal/Elektroda Kolektor. UJT  yang memiliki Tiga Terminal ini terdiri dari 1 Terminal Emitor (E) dan 2 Terminal Basis (B1 dan B2). Oleh karena itu, Transistor UJT ini sering disebut juga dengan Dioda Berbasis Ganda (Double Base Diode).

Struktur Dasar Uni Junction Transistor (UJT)

Struktur dasar Uni Junction Transistor atau UJT dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Pada dasarnya UJT terdiri dari semikonduktor jenis Silikon yang bertipe N yang didoping ringan dan sepotong Silikon bertipe P yang berukuran kecil dengan doping tinggi (berat) di satu sisinya untuk menghasilkan sambungan tunggal P-N (P-N Junction). Sambungan Tunggal inilah yang kemudian dijadikan terminologi UJT yaitu Uni Junction Transistor. Di kedua ujung batang silikon yang bertipe N, terdapat dua kontak Ohmik yang membentuk terminal B1 (Basis 1) dan (Basis 2). Daerah Semikonduktor yang bertipe P menjadi Terminal Emitor (E) pada UJT tersebut.
BJT (Bipolar Junction Transistor) tersusun atas tiga material semikonduktor terdoping yang dipisahkan oleh dua sambungan pn. Ketiga material semikonduktor tersebut dikenal dalam BJT sebagai emitter, base dan kolektor (Gambar 1). Daerah base merupakan semikonduktor dengan sedikit doping dan sangat tipis bila dibandingkan dengan emitter (doping paling banyak) maupun kolektor (semikonduktor berdoping sedang). Karena strukturnya fisiknya yang seperti itu, terdapat dua jenis BJT. Tipe pertama terdiri dari dua daerah n yang dipisahkan oleh daerah p (npn), dan tipe lainnya terdiri dari dua daerah p yang dipisahkan oleh daerah n (pnp). Sambungan pn yang menghubungkan daerah base dan emitter dikenal sebagai sambungan base-emiter (base-emitter junction), sedangkan sambungan pn yang menghubungkan daerah base dan kolektor dikenal sebagai sambungan base-kolektor (base-collector junction).

Tugas Vclass Elektronika Dasar

Tugas V-class 2

Soal
jelaskan tentang daerah kerja transistor :
- cut off
- saturasi
- aktif

jawab
 Daerah Kerja Transistor
-     Cut Off
Daerah cut off merupakan daerah kerja transistor dimana keadaan transistor menyumbat pada hubungan kolektor – emitor. Daerah cut off sering dinamakan sebagai daerah mati karena pada daerah kerja ini transistor tidak dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitor. Pada daerah cut off transistor dapat di analogikan sebagai saklar terbuka pada hubungan kolektor – emitor.
Titik cut-off transistor adalah titik dimana transistor tidak menghantarkan arus dari kolektro ke emitor, atau titik dimana transistor dalam keadaan menyumbat. Pada titik ini tidak ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor. Titik Cutoff didefinisikan juga sebagai keadaan dimana IE = 0 dan IC = ICO, dan diketahui bahwa bias mundur VBE.sat = 0,1 V (0 V) akan membuat transistor germanium (silikon) memasuki daerah cutoff. Titik cut-off transistor ini dapat dianalogikan sebagai saklar dalam kondisi terbuka (Off).
Titik Cut-Off Transistor Adalah Transistor Dalam Kondisi Off (Saklar Terbuka).
Titik cut-off transistor terjadi pada saat transistor tidak mendapat bias pada basis, sehingga transistor tidak konduk atau mengalirkan arus dari kolektor ke emitor. Titik cut-off transistor ini memiliki VCE yang maksimum yaitu mendekati VCC seperti ditunjunkan pada grafik titik cut-off pada garis beban transistor berikut.
Grafik Titik Cut-Off Pada Garis Beban Transistor :
Short-Circuited Base
Andaikan bahwa basis dihubungkan langsung ke emitor sehingga VE = VBE = 0. Maka, IC ≡ ICES tidak akan naik melebihi nilai arus cutoff ICO.
Open-Circuited Base
Jika basis dibiarkan “mengambang” (tidak dihubungkan ke manapun) sehingga IB = 0, didapatkan bahwa IC ≡ ICEO. Pada arus rendah α ≈ 0,9 (0) untuk germanium (silikon), dan dengan demikian IC ≈10 ICO(ICO) untuk Ge (Si). Nilai VBE untuk kondisi open-base ini (IC = -IE) adalah sepersepuluhan milivolt berupa bias maju.
Cutin Voltage
Karakteristik volt-amper antara basis dan emitor pada tegangan kolektor-emitor konstan tidak serupa dengan karakteristirk volt-amper junction dioda sederhana. Jika junction emitor mendapat bias mundur, arus basis menjadi sangat kecil, dalam orde nanoamper atau mikroamper, masing-masing untuk silikon dan germanium. Jika junction emitor diberi bias maju, seperti pada dioda sederhana, tidak terdapat arus basis hingga junction emitor mendapat bias maju sebesar |VBE| > |Vγ|, dengan Vγ adalah tegangan cutin (cutin voltage). Karena arus kolektor secara nominal proportional terhadap arus basis, maka pada kolektorpun tidak terdapat arus, hingga terdapat arus pada basis. Oleh karena itu, plot arus kolektor terhadap tegangan basis-emitor akan memperlihatkan tegangan cutin, seperti halnya pada dioda.

- Saturasi (Jenuh)

Daerah kerja transistor saat jenuh adalah keadaan dimana transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor sehingga transistor tersebut seolah-olah short pada hubungan kolektor – emitor. Pada daerah ini transistor dikatakan menghantar maksimum (sambungan CE terhubung maksimum).




Besarnya tegangan kolektor emitor Vce suatu transistor pada konfigurasi diatas dapat diketahui sebagai berikut. 





Karena kondisi jenuh Vce = 0V (transistor ideal) maka besarnya arus kolektor (Ic) adalah :


Besarnya arus yang mengalir agar transistor menjadi jenuh (saturasi) adalah:




Sehingga besar arus basis Ib jenuh adalah : 




- Aktif


Pada daerah kerja ini transistor biasanya digunakan sebagai penguat sinyal. Transistor dikatakan bekerja pada daerah aktif karena transistor selelu mengalirkan arus dari kolektor ke emitor walaupun tidak dalam proses penguatan sinyal, hal ini ditujukan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang tidak cacat. Daerah aktif terletak antara daerah jenuh (saturasi) dan daerah mati (Cut off).





Daerah kerja transistor yang normal adalah pada daerah aktif, yaitu ketika  arus IC konstans terhadap berapapun nilai VCE. Dari kurva ini diperlihatkan bahwa arus IC hanya tergantung dari besar arus IB. Daerah kerja ini biasa juga disebut daerah linear (linear region).